MATERI SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL SMK KD 3.6 Menerapkan teknik presentasi yang efektif

KD 3.6 Menerapkan teknik presentasi yang efektif 

Presentasi merupakan salah satu bentuk komunikasi. Presentasi diartikan komunikasi langsung antara pembicara dengan sekelompok pendengar atau audiensi dalam situasi tertentu untuk satu tujuan tertentu dengan menggunakan teknik dan media yang terencana.

Tujuan presentasi :

1. Untuk memberikan informasi. Secara umum tujuan presentasi adalah memberikan informasi bisa berupa ide, pemikiran, produk, dan topik tertentu.
2. Untuk membujuk atau meyakinkan. Presentasi ini biasanya disampaikan oleh sales atau wiraniaga.
3. Untuk memberikan hiburan. Biasanya disampaikan oleh komedian atau penyiar televisi dalam acara hiburan.
4. Untuk memotivasi. Biasanya dilakukan oleh motivator, guru kepada murid, dosen kepada mahasiswa, dan pelatih kepada peserta pelatihan.
5. Untuk memporomosikan produk kepada pembeli.


Teknik presentasi yang efektif 

Ketika melakukan presentasi menggunakan PowerPoint 2013, hal yang harus dilakukan adalah menyiapkan bahan-bahan yang berkualitas supaya bisa membuat materi presentasi yang bagus. Selanjutnya, bahan-bahan ini disusun dalam kerangka yang sistematis. Sebuah slide yang efektif akan mampu menjelaskan ide dan gagasan yang ingin disampaikan seorang presenter sehingga audiens dapat terbantu saat melihat slide yang ditampilkan dan presenter pun lebih mudah menjelaskan makna yang dikandung oleh slide tersebut. Slide presentasi berperan dalam penyampaian isi materi. Selain dikemas dengan lebih singkat dan menarik, slide dapat menjadi fasilitas untuk memaparkan hasil penelitian. Koherensi slide akan mendukung kelancaran presentasi sehingga mampu menarik perhatian audiens. Apabila tidak ada dukungan dari audiens, hal itu dapat mengganggu kelancaran dalam presentasi, misalnya audiens berbicara sendiri, gaduh, jenuh, hingga tertidur di dalam ruangan. 

Teknik Operasi Fitur Presentasi 

Konten identik dengan elemen utama yang harus dipersiapkan sebaik mungkin sebelum membuat slide, bahkan sebelum berfikir tentang desain presentasi yang akan dibuat. Diawali dengan menggunakan pena maupun kertas dan bukan dilakukan dengan membuka internet, komputer ataupun aplikasi presentasi. Dalam menyiapkan konten atau materi presentasi, Anda bisa menggunakan teknik peta minda (peta pikiran), metode brainstorming, dan logical structure. Cara-cara tersebut bermanfaat dalam mendapatkan ide-ide yang akan dikembangkan menjadi materi presentasi. Setelah ide terkumpul, dilanjutkan dengan melakukan seleksi terhadap ide-ide yang akan digunakan, sedangkan yang tidak terpakai dapat dibuang. Setelah menentukan ide dan terstruktur dengan baik, Anda dapat mengembangkannya menjadi materi presentasi yang utuh. 


Teknik Komunikasi 

Slide yang efektif tidak hanya dapat menarik perhatian audiens, tetapi dapat pula menentukan apakah audiens akan tergerak melakukan sesuatu yang diinginkan oleh presenter. Hal ini diibaratkan menonton film yang menggabungkan semua genre (komedi, horor, dan aksi) sehingga tidak memiliki kesan apapun. Oleh sebab itu, seorang presenter harus fokus pada satu ide saja. Sarana memvisualisasikan konten presentasi dalam bentuk sketsa atau gambar yang ditampilkan secara berurutan sering disebut storyboard. Storyboard umumnya terdiri atas dua elemen, yaitu konten dan sketsa gambar. Tujuannya adalah untuk melihat gambaran cerita visual yang dibuat secara keseluruhan. 

Membuat Storyboard 

Berikut langkah-langkah dalam membuat storyboard. 

1. Membuat Outline sebagai kerangka dasar 

Outline identik dengan kerangka dasar dari konten presentasi dan jumlah slide presentasi yang akan digunakan. Secara umum, jumlah slide bisa lebih banyak, bisa sama banyak, atau bisa lebih sedikit dari rancangan materi ataupun alur awal materi presentasi. Outline harus dibuat dengan urut dan runtut. 

2. Menyiapkan Kertas 

Dalam hal ini, Anda bisa memanfaatkan printout kosong yang dicetak dengan pengaturan handout dua atau empat slide. Selanjutnya, digandakan sebanyak kebutuhan. 

3. Membuat Sketsa

Setelah kertas dan alat tulis dipersiapkan, dilanjutkan dengan menggambar sketsa pada kertas tersebut. Gambar tidak harus bagus, yang penting dapat mengilustrasikan pesan dan visual yang akan ditampilkan. 

Teknik Penyampaian 

Pada dasarnya, dokumen diterjemahkan sebagai kumpulan teks yang memiliki keterbatasan untuk menggambarkan emosi. Hal ini jelas berbeda dengan bentuk sinematografi berupa media dengar-pandang yang sarat akan emosi. Seorang sinematografer adalah orang yang bertanggung jawab terhadap semua aspek visual dalam pembuatan sebuah film. Presentasi berada diantara keduanya karena dapat dilengkapi dengan slide yang memuat teks serta media dengar-pandang. Presentasi merupakan salah satu bagian dari aktivitas komunikasi yang bertujuan memperkenalkan sesuatu kepada orang lain. Adakalanya suatu slide hanya berisi satu atau beberapa kata, ada juga slide berisi semua gambar yang memiliki makna yang dalam untuk disampaikan. Semua slide yang berisi gambar akan mengingatkan anda pada storyboard. Namun, tetap diperhatikan bahwa semua barang yang tidak berfungsi karena semua fiturnya dibuat sederhana bukanlah perwujudan dari kesederhanaan. Presentasi yang dianggap efektif tidak hanya mampu menarik perhatian audiens, tetapi juga dapat menggerakkan audiens untuk melakukan suatu hal. Agar presentasi menjadi efektif, anda perlu menggunakan teknik penyampaian yang baik. Inilah yang membuat presentasi dan bercerita memiliki kesamaan, dan cara mengungkapkan ide yang paling efektif adalah melalui cerita. 

Cerita yang baik tentu haruslah mengalir. Sama seperti presentasi, alur cerita harus dibuat terlebih dahulu menggunakan slide-shorter sehingga hal yang akan dipresentasikan dapat mengalir. Namun sebelum menyusunnya pada slide-shorter, tentu saja anda harus mengetahui kalimat yang akan disampaikan kepada audiens. Setelah menyusun alur cerita menggunakan slide-shorter, kemudian tentukan menggunakan gambar atau media dengar-pandang lain pada setiap slide. Gambar yang dipilih harus disesuaikan dengan hal yang akan disampaikan pada slide itu. Selain cerita, ada suatu hal yang luar biasa yang terdapat dalam sebuah simbol yang memiliki makna sehingga mampu memengaruhi seseorang untuk menghormatinya lebih dari sekadar simbol. Sebuah cerita dapat memicu reaksi fisika yang menyebabkan sebuah imajinasi seseorang yang mendengarnya. Contohnya, ketika Anda mendengarkan cerita dari orang lain sehingga hati tergugah, mata terbelalak, bahkan mampu mengakibatkan bulu rome merinding. 

Misalnya, tampilan halaman mesin penelusuran Google dibuat sangat sederhana, bahkan tidak meletakkan apapun karena desain desain dan storyboard-nya memang dirancang sesuai dengan peruntukannya sebagai mesin penelusuran dan tidak disertai dengan beragam tampilan yang membingungkan pemakai. Oleh sebab itu, dalam teknik penyampaian harus menghindari hal-hal tersebut dan jangan menumpuk ide/pesan dalam satu slide, sebab akan membingungkan pemirsa ketika melihat dan membaca alur pesan. Hal ini dikarenakan mereka tidak terfokus pada pembicara, namun berusaha membaca alur slide yang ditayangkan. 

Faktor yang Memengaruhi Pemirsa dalam Presentasi 

Halaman pada perangkat lunak penyaji presentasi umumnya disebut slide. Slide digunakan sebagai alat yang memudahkan audiens memahami hal yang disampaikan oleh presenter sehingga mampu menarik perhatian audiens. Meskipun pesan yang disampaikan jelas dan fokus serta dinilai penting oleh pemirsa, namun hal itu tidak dapat memecahkan suatu masalah. Dengan demikian, hal itu tidak akan menggerakkan audiens melakukan apapun. 

Unsur-unsur yang Dapat Memengaruhi Pemirsa 

1. Ethical 

Unsur ini terkait dengan sosok presenter dan pemirsa, seperti karakter, kredibilitas, latar belakang, dan reputasi. Interaksi seseorang dengan anak-anak tentunya berbeda dengan orang tua. Selain itu, sikap berbeda juga terjadi apabila anda berbicara dengan seorang perawat atau berbicara kepada seorang guru komputer. 

2. Logical 

Unsur ini terkait dengan fakta dan data. Apabila yang disampaikan memiliki fakta yang diperkuat dengan data, tidak ada alasan bagi orang lain menyanggah hal yang disampaikan. 

3. Emotional 

Unsur ini terkait dengan memberikan sentuhan emosi kepada pemirsa sehingga tertarik dengan hal yang disampaikan. Kata-kata yang keluar dari mulut akan berbicara di pikiran, namun emosi yang ada pada slide akan berbicara di hati audiens. 

Kesalahan Dasar Slide Presentasi 

Setelah visualisasi konten presentasi selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat desain slide. Desain tersebut berdasarkan storyboard yang sudah dirancang dengan menerapkan prinsip-prinsip desain yang baik. Dalam hal ini, optimalkan setiap elemen dari slide presentasi tersebut, misalnya elemen animasi, gambar, warna, font, shape, transisi, dan video. Menurut buku Presentation Zen, 95% presentasi di dunia membosankan terutama pada tampilan slide presentasinya. 

Beberapa kesalahan dasar slide presentasi dijelaskan sebagai berikut. 

1. Terlalu banyak Bullet Point

Bullet point sengaja dibuat supaya audiens memahami dengan detail poin penyampaian. Jika terlalu banyak, makin banyak pula poin penyampaian yang hilang dan makin susah diingat. Selain itu, terlalu banyak bullet point membuat slide menjadi padat. 

2. Terlalu Banyak Teks

Tampilan slide presentasi pada dasarnya diperuntukkan untuk audiens. Slide presentasi membantu audiens untuk memahami pesan yang anda sampaikan. Slide presentasi bukan alat yang digunakan untuk mengingat-ingat materi presentasi dengan alasan takut lupa sehingga menempatkan semua teks di slide presentasi. Jika menempatkan semuanya dalam slide dengan alasan semuanya penting, tidak ada satu pun yang penting dari presentasi tersebut. 

3. Font yang Susah Dibaca

Ingin membuat presentasi yang artistik boleh-boleh saja, namun perhatikan juga audiens. Pastikan mereka bisa membaca pesan di slide. Font yang terlalu kecil atau terlalu besar adalah kesalahan dasar slide presentasi. Demikian pula font yang terlalu artistik dengan lengkungan di sana-sini. 

4. Terlalu Banyak Data

Variabel data memang penting untuk ditampilkan dalam slide, namun hanya secukupnya saja. Jika data terlalu banyak, berakibat font makin kecil dan susah dibaca. Akibatnya, slide susah dibaca sehingga audiens akan mengabaikannya. 

5. Perpaduan Warna yang Menyiksa 

Slide itu tampilan visual, sama seperti televisi dan layar bioskop. Tentu yang diutamakan adalah perpaduan warna yang membuat mata nyaman. Selain tidak nyaman untuk mata, slide dengan perpaduan warna yang buruk juga membuat audiens kesulitan membaca pesan dalam slide. 

Komentar