MATERI SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL SMK KD 3.2 Menerapkan metode peta-minda

 Metode Peta Minda

Peta minda adalah sebuah gambaran yang menjelaskan struktur konsep-konsep yang saling berkaitan antarkonsep lainnya yang menyatakan hubungan dan memiliki makna atau arti dari sebuah materi pelajaran sehingga membentuk sebuah proposisi. Menurut Hudojo (2002), peta konsep adalah keterkaitan antara konsep dan prinsip yang direpresentasikan sebagai jaringan konsep yang perlu dikonstruksi dan jaringan konsep hasil konstruksi inilah yang disebut peta konsep. Pendapat Hudojo ini lebih mengartikan pengertian peta konsep secara konstruksi. Peta minda dapat dibuat dengan perangkat lunak. Apabila menggunakan perangkat lunak, beberapa perangkat lunak yang dapat diinstal pada computer dan berlisensi open source, yaitu FreeMind atau XMind. Cobalah untuk berkolaborasi dengan kawan yang berada di sekolah lain menggunakan www.mindmup.com.

Metode Peta Minda untuk Penguraian Masalah

Siswa sering kali membuat catatan yang kurang efektif dalam hal pencatatan, seperti melakukan pencatatan secara linear ataupun membuat catatan dengan menyalin semua informasi dari guru atau buku. Bentuk pencatatan seperti ini dapat mengakibatkan kesulitan untuk memahami dan mengingat kembali sehingga mengakibatkan kurangnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Untuk itu, diperlukan suatu metode yang memudahkan pencatatan, salah satunya menggunakan peta minda.

Definisi Metode Peta Minda

Peta minda (peta pikiran) sebagai cara mencatat kreatif efektif dalam memetakan pikiran. Peta minda mampu mempercepat pembelajaran, memudahkan mengingat, dan menguatkan pemahaman. Sarana ini sering digunakan untuk teknik mencatat tingkat tinggi, mengevaluasi pembelajaran, dan merefleksikan pemahaman personal yang mendalam atas materi pembelajaran yang telah dipelajari.Dalam hal ini, peta minda (mind map) merupakan salah satu cara yang digunakan untuk pembelajaran karena cara kerjanya yang ramah otak, dalam arti memaksimalkan penggunaan otak kanan dan otak kiri, sekaligus sebagai cara termudah dalam menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi keluar dari otak. Peta pikiran bisa digunakan untuk mengulang pelajaran, yang artinya pelajaran yang sudah dipelajari dan ditulis ulang (diringkas) menjadi catatan.Setiap manusia lahir dengan segala potensi yang dimiliki, termasuk potensi pikiran. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran, guru sering kali belum mengoptimalkan potensi siswa. Hal tersebut terlihat dari berbagai kesulitan pada pembelajaran. Oleh sebab itu, tidak jarang siswa melaksanakan pembelajaran berbasis hafalan sehingga hal yang sudah dipelajari sering terlupa, sulit mengerti tentang apa yang sudah diterangkan oleh guru, ataupun kesulitan dalam memahami sebuah buku.

Komentar