MATERI SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL SMK KD 3.1 Menerapkan logika dan algoritma komputer

LOGIKA ALGORITMA 


Menerapkan logika dan algoritma komputer (KD 3.1)

APERSEPSI

Dalam setiap keadaan, seorang manusia membutuhkan pola pikir logis sebagai pola berpikir dengan cara yang benar/masuk akal dan sesuai dengan hukum logika. Dengan disertai bukti-bukti yang ada, seseorang dapat menilai kebenaran pernyataan untuk akhirnya sampai pada pengambilan keputusan. Dengan demikian, seseorang dapat mengungkapkan kebenaran berdasarkan penalaran logis. Hal ini sama juga dengan algoritma, yang memungkinkan suatu permasalahan dipecahkan dengan metode dan logika yang berlainan. Guna memahami logika, Anda harus mengetahui pengertian yang jelas tentang penalaran karena pada dasarnya, penalaran identik dengan suatu bentuk pemikiran. Adapun bentuk-bentuk pemikiran yang lain, mulai yang paling sederhana berupa pengertian (konsep), proposisi (pernyataan), dan penalaran. Tidak ada proposisi tanpa pengertian dan tidak ada penalaran tanpa proposisi. Untuk memahami penalaran, ketiga bentuk pemikiran tersebut harus dipahami bersama-sama.

Algoritma Komputer dan Notasi Flowchart

Konsep Logika dan Algoritma

Komputer mengerjakan suatu perintah menggunakan bahasa pemrograman. Bahasa ini memiliki suatu dasar, yaitu logika dan algoritma. Komputer tidak akan mengenal bahasa manusia. Untuk itu, Anda harus mempelajari bahasa yang dapat dikenali oleh komputer. Agar mengenal lebih jauh mengenai konsep logika dan algoritma, simaklah materi berikut.

Konsep Logika

Kata logika menurut kamus berarti cabang ilmu pengetahuan yang mengamati tentang prinsip-prinsip pemikiran deduktif dan induktif. Kata logika menurut istilahnya berarti suatu metode atau teknik yang diciptakan untuk meneliti ketepatan penalaran. Oleh sebab itu, Anda harus yang mempunyai pengertian yang jelas tentang penalaran untuk memahami logika. Penalaran adalah suatu bentuk pemikiran yang meliputi tiga unsur, yaitu konsep, pernyataan, dan penalaran.

Logika dalam bahasa Latin berasal dari kata logos yang berarti perkataan atau sabda. Istilah lain digunakan sebagai gantinya adalah mantiq, kata Arab yang diambil dari kata kerja nathaqa yang berarti berkata atau berucap. Dalam bahasa sehari-hari, Anda sering mendengar ungkapan berupa 'alasannya tidak logis', 'argumentasi logis', atau 'kabaritu tidak logis'. Logis adalah masuk akal dan tidak logis adalah hal yang sebaliknya.

Proposisi

Bahasa identik dengan pernyataan pikiran atau perasaan sebagai alat komunikasi manusia dengan alat khusus komunikasi ilmiah yang disebut bahasa ilmiah. Bahasa ilmiah identik dengan kalimat berita yang menjadi suatu pernyataan ataupun pendapat. Dalam waktu yang bersamaan, terbentuklah proposisi sebagai suatu pengertian yang berkelanjutan dengan terjadinya rangkaian kata-kata karena tidak pernah ada pengertian yang berdiri sendiri. Dalam proses terjadinya pembentukan proposisi, terjadi hal-hal sebagai berikut.

Proses Perangkaian dan Pengingkaran

Terjadinya proses pembentukan proposisi secara otomatis akan terdapat pengertian yang diingkari oleh pengertian yang lain. Misalnya, pada proses perangkaian kata menghasilkan proposisi ular itu mendesis", di mana mendesis akan menerangkan tentang ular. Berdasarkan hal tersebut, muncul "predikat" sebagai pengertian yang menerangkan dan "subjek" sebagai pengertian yang diterangkan. Hal tersebut akan membuat pola proposisi ditulis P = S. Jika dalam proses perangkaian terjadi pengingkaran, proposisi yang terbentuk adalah "ular itu tidak mendesis" sehingga pola proposisinya ditulis sebagai P¹S.

Proses Pengakuan

Terjadinya dalam proses pembentukan proposisi sekaligus akan terjadi pengakuan bahwa ular itu memang tidak mendesis atau memang ular itu yang mendesis. Dengan demikian, jelas diketahui bahwa proposisi mengandung sifat benar atau salah, hal tersebut juga berlaku untuk sebaliknya.

Proses Mengombinasikan Proposisi

Proposisi mutlak diterjemahkan sebagai proposisi yang sifat kebenaran atau kesalahannya langsung tampak pada pikiran dan harus diterima. Lambang proposisi adalah kalimat berita, sebab hanya kalimat berita yang mempunyai sifat benar atau salah. Sementara itu, operator logika digunakan dalam mengombinasikan proposisi yang ada. Jenis-jenis operator logika dasar yang digunakan adalah AND, OR, dan NOT. AND dan OR dinamakan operator biner karena operator tersebut mengoperasikan dua buah proposisi, sedangkan NOT dinamakan operator uner karena membutuhkan satu buah proposisi saja. Proposisi yang terjadi berdasarkan observasi empirik disebut proposisi empirik. Di samping proposisi mutlak, terdapat proposisi majemuk yang dikategorikan sebagai berikut.

Komentar